Sunday, October 22, 2006

Pada lebaran kapan nih?

Tahun ini dilema rutin tentang penetapan hari lebaran kembali naik daun. Di tahun-tahun sebelumnya, gue sih biasanya ikutan pemerintah. Tapi tahun ini gue memutuskan berbeda.

Pertimbangan gue antara lain: aneh kalo sebuah sistem penanggalan bisa berlaku berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya. Hari gini, di mana teknologi memungkinkan semua orang dari belahan dunia yang berbeda-beda bisa saling bekerja sama secara realtime, masa harus dibikin kagok oleh perbedaan cara menghitung tanggal padahal menggunakan sistem penanggalan yang sama.

Misalnya, seorang eksportir Indonesia berniat mengekspor 1 kontainer sajadah kepada Syekh Akhmad di Arab Saudi pada tanggal 17 Syawal namun kenyataannya barang baru diterima 1 hari lebih lambat dari yang dijanjikan, apa lantas mau menyalahkan keterlambatan tersebut pada perbedaan menghitung tanggal?

Belum lagi banyak faktor yang mempengaruhi apakah hilal terlihat atau enggak. Siapa tahu mendung, atau polusi, atau alat bantunya kurang canggih... ditambah lagi, gue sangat memahami bahwa urusan "stabilitas nasional" pasti menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Dengan kata lain, biarpun hilal sudah terlihat, akan sangat kecil kemungkinan pemerintah berani memutuskan untuk merayakan Lebaran sehari lebih cepat. Selama ini belum pernah kejadian begitu kan?

Dengan demikian, gue memutuskan untuk merayakan Lebaran pada hari Senin, 23 Oktober 2006. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan, semoga Allah SWT menerima segala ibadah kita. Aamiin.

Tuesday, October 10, 2006

the baby's e.t.a.: back on schedule (hopefully)

Sebelumnya, gue mau bilang thanks a lot buat semua MPers yang udah ngereply di journal sebelumnya, juga yang nelepon atau kirim PM dan SMS. Terima kasih banyak ya temans!

Kabar terbaru Ida: sejak semalem udah sama sekali nggak ada kontraksi. Rupanya obat penahan kontraksinya manjur juga. Bukannya nggak seneng kalo si bayi lahir lebih cepet dari jadwal, tapi masalahnya dia masih harus menyelesaikan pe-er perkembangan selama 5 minggu lagi sebelum nongol di dunia. Kalo dia nongol sekarang, akan ada banyak skenario komplikasi yang mungkin timbul, dan nggak ada satupun yang menyenangkan.

Pagi ini orangtuanya Ida dateng dari Bandung, padahal bapak mertua gue itu lagi rada tinggi tekanan darahnya. Ee.. nekad lho nyetir sendiri Bandung Jakarta. Setelah nengok Ida siang2 dan diusir waktu jam bezoek habis, rombongan Bandung mampir istirahat di rumah gue, sore pamitan balik ke Bandung, dan... barusan nelep gue melaporkan bahwa mereka UDAH NYAMPE DI RS LAGI!! Rupanya mereka udah otw ke Bandung tapi kepikiran nasib anak perempuan kesayangannya itu dan memutuskan untuk puter balik ke RS. Mereka akan stay sampe besok.

Kata dokter, sejauh ini kondisinya baik2 aja. Tapi just to be sure dia baru mau ngelepasin Ida pulang minimal setelah 1 x 24 jam bebas kontraksi. Nanti malem jam 19.00 adalah batas 24 jam itu. Kalo ternyata hasil USG nanti malem baik2 aja, mungkin besok pagi Ida udah boleh pulang.



Wednesday, July 12, 2006

testing

testing testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mailtesting testing posting via e-mail

--
Mampir-mampir ya, ke
http://mbot.multiply.com

Fw: coba posting e-mail

 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, July 12, 2006 9:09 PM
Subject: coba posting e-mail

ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.
ini lagi nyoba posting via e-mail, kaya apa sih jadinya.

Tuesday, November 08, 2005

Kancil vs. buaya - rematch

Terakhir kali ketemu, Kancil berhasil mengkadali buaya dengan menyuruh buaya berbaris di sungai.
Hal ini sungguh mengganggu sekali buat buaya, mengingat secara genetis dia yang lebih dekat dengan kadal ketimbang kancil. Lantas kenapa dia bisa dikadali.

Hari itu, seluruh buaya berkumpul, rapat pleno.
"Ini nggak bisa didiamkan," kata buaya rawa. "Wibawa kita dilecehkan oleh si kancil."